Informasi Kesehatan dan Perawat

Yuk Bantu Buang Sampah Pada Tempatnya

Hai readers, salam sehat ^^. Terima kasih selama ini sudah mengunjungi blog saya ini.

Beberapa bulan yang lalu (tepatnya 1 tahun lebih), saya sudah tidak pernah membuat postingan terbaru. Hal ini dikarenakan alasan klasik, yaitu tidak banyak waktu disamping pekerjaan saya sehari-hari. Setiap kali posting di blog, selalu saya usahakan mendapatkan bahan dan sumber yang menarik dan bermanfaat. Jadi, tiap kali akan posting, perlu beberapa tahap yang disiapkan untuk diolah dan diposting di blog.
Saya sempat ragu, apakah saya akan melanjutkan posting di blog ini atau menggunakan blog baru. Akhirnya saya putuskan untuk membuat blog baru bernama CATATAN YOHOYO. Saya mulai posting di blog ini ketika masih duduk di bangku kuliah. Hingga akhirnya saya merasa perlu membuat blog baru, tapi saya usahakan konten di blog ini akan terus update seputar dunia kesehatan.

Mulai tanggal 1 April 2017 sampai 1 Mei 2017, sudah terdapat 3 hari libur dan itu di hari Senin. Artinya, Sabtu Minggu Senin libur berturut turut selama 3 kali. Masa liburan akan terasa kurang jika tidak jalan jalan atau sekedar makan minum di luar rumah. Pas lapar atau haus, mampir ke toko swalayan beli minuman/makanan dan bungkus sampahnya di buang ke tempat sampah. Apakah itu benar 100%?

Slogan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” mungkin sudah terlalu sering ada di kehidupan sehari hari misal dari stiker di kendaraan bermotor, spanduk hingga dunia digital (internet). Kadang bosan begitu melihat tulisan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” karena semua orang pasti juga sudah tahu bahwa membuang sampah harus pada tempatnya. Namun, apakah pengetahuan yang baik seputar sampah akan sejalan dengan praktek membuang sampah dalam kehidupan sehari hari?

Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendeklarasikan 21 Februari 2016 sebagai awal komitmen Indonesia Bergerak Bebas Sampah 2020. Indonesia penghasil sampah plastik nomor 2 di dunia dan KLHK membutuhkan bantuan masyarakat agar tidak masuk dalam peringkat tersebut lagi. Sampah plastik hasil dari 100 toko/gerai anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) selama 1 tahun akan menghasilkan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik yang berarti sama dengan luasan 65,7 Ha kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepakbola. Diharapkan masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan kantong plastik serta prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah.

Sampah tidak bisa “pindah” sendiri ke tempat sampah jika tidak ada yang menggerakkan. Peduli pengelolaan sampah tidak harus dengan ikut mengawasi alur pembuangan sampah dari awal hingga akhir. Masyarakat yang membuang sampah pada tempatnya dapat membantu mempermudah pemerintah dalam pengelolaan sampah dan mencegah kerusakan lingkungan. Namun, jika masyarakat ingin lebih berperan aktif ikut sukseskan program Indonesuia Bebas Sampah 2020, dapat mengunjungi situs komunitas peduli sampah di http://bergerak.bebassampah.id/.

Berikut saya sertakan hasil otak atik video otodidak bahwa bahwa sampah tidak akan bisa dikendalikan jika tidak dikelola dengan baik ^^

REFERENSI :
Wahyuni, Tri. 2016. Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Ke-dua Dunia. http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia/
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016. Indonesia Bergerak Bebas Sampah 2020 http://www.menlhk.go.id/siaran-46-indonesia-bergerak-bebas-sampah-2020.html
http://www.sanitasi.net/pemrosesan-akhir-sampah.html

Advertisements

Leave Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s