Informasi Kesehatan dan Perawat

[Siap] Berkembang Menjadi Dewasa Awal

Selamat Hari Sumpah Pemuda! 1689556_10202318550597418_1467012148_n Beberapa daerah di Indonesia mempunyai cara masing” merayakan hari Sumpah Pemuda. Mulai dari upacara, bersih-bersih jalan, lomba kreativitas di sekolah/kampus masing” dsb. Jika membahas tentang pemuda, masa muda, setiap orang pasti mengalami masa tumbuh kembang yang beriringan dengan bertambahnya usia. Terdapat pengelompokkan masa tumbuh kembang mulai dari masa prenatal, bayi, balita, prasekolah, sekolah, remaja, dewasa muda, dewasa tengah dan dewasa akhir.

Alhamdulillah, saya pernah mendapatkan materi seputar tumbuh kembang di beberapa mata kuliah seperti Fundamental of Nursing dan Keperawatan Pediatrik. Dan topik kali ini yang akan saya bahas adalah masa perkembangan Dewasa Awal Masa dewasa awal dimulai pada usia 20 – 40 tahun setelah masa adolescence/remaja. Dewasa awal adalah masa peralihan dari ketergantungan ke masa mandiri. Masa peralihan ini , meliputi transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role trantition). Adapun beberapa tugas perkembangan dewasa awal, yaitu:

1. Mengembangkan karir atau melanjutkan pendidikan nurse career 2. Mencari dan memilih pasangan hidup islam-Pray-wedding 3. Belajar menyesuaikan diri dan hidup secara harmonis dengan pasangan muslim-romantic 4. Mulai membentuk keluarga dan memulai peran baru sebagai orangtua Happy family with several members in education process 5. Memenuhi tanggung jawab sebagai warga Negara ri22 6. Menemukan kelompok sosial yang sesuai career-community

Bagimana kolega? Apa sudah mulai menyicil tugas” dalam dewasa awal? hehe..ternyata, masih ada beberapa masalah umum yang dapat mempengaruhi seseorang dalam masa transisi menjadi dewasa awal, seperti:

1. Penentuan identitas diri ideal vs kekaburan identitas.
2. Kemandirian vs tidak mandiri
3. Sukses meniti jenjang pendidikan dan karir vs gagal menempuh jenjang pendidikan dan karir
4. Menikah vs tidak menikah (lambat menikah)
5. Hubungan sosial yang sehat vs menarik diri

Dalam menjalani tahap-tahap kehidupan, sering kali ditemukan pengalaman-pengalaman yang berbeda antara individu menurut Papalia, Olds dan Feldman. Ada individu yang menjalani suatu peristiwa kehidupan secara tepat waktu (on time), terlambat (late) atau lebih awal dari sebelumnya (early). Misal ada individu yang cepat menikah lalu langsung melahirkan anak di usia 18 – 20 tahun, tetapi ada individu yang menikah usia 35 tahun dan mempunyai anak diusia 38 tahun. Demikian pula dalam hal individu mencapai puncak karier, menikmati masa pensiun dan kematian. shutterstock_51327124 Jika hal-hal tersebut dilakukan secara tepat, maka dapat dikatakan bahwa mereka dapat memenuhi harapan norma masyarakat (social clock). Akan tetapi seandainya mereka terlambat (late), atau tidak sesuai dengan harapan masyarakat, adakalanya memberi dampak stres menghadapi masa depan hidupnya. MAKA, dibutuhkan kemampuan untuk mengatasi masalah hidupnya (coping) dengan baik. Koping dikenal sebagai cara seseorang untuk menghilangkan stres yang sedang dirasakan. Potter dan Perry (2005) menjelaskan dua tipe mekanisme koping. Perilaku berorientasi terhadap tugas menggambarkan menisme ini seperti mengubah metode yang biasa dilakukan, mengganti tujuan atau memuaskan diri terlebih dahulu ^^. Selanjutnya, mekanisme pertahanan ego merupakan perilaku tidak sadar yang memberikan dukungan perlindungan psikologis pada diri sendiri. voluntariat-suport-associacions

Meskipun individu dewasa awal sudah memiliki koping yang baik, namun tetap dapat menerima dukungan sosial dari luar individu. Dukungan tersebut dapat berasal dari keluarga terdekat (suami/istri, orang tua, saudara), komunitas/organisasi dan pemerintah. Misal dalam urusan karir, keluarga dapat memberikan dukungan moril dan do’a, komunitas/organisasi memberikan dukungan informasi dan pemerintah dapat memberikan peluasan lapangan pekerjaan. JACK-Business-Support-Services

Seiring dengan perkembangan zaman, para generasi dewasa umum sebaiknya tidak hanya menutut haknya saja, namun juga perlu berusaha keras dengan diniatkan ibadah. Jika bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sebagai entrepreneur, mengapa harus mencari lapangan pekerjaan? Tetap semangat para kolega! Kita mungkin belum memiliki masa lalu tentang suatu pekerjaan, namun kita sudah membawa masa depan bersama pada diri kita untuk kemajuan umat yang lebih baik! Amin ^^

Sumber:

Dariyo, Agoes. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: Grasindo
Haditono,Siti Rahayu. 2006. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Potter, Patricia dan Perry, Anne. 2005. Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktek. Jakarta: EGC

Advertisements

Leave Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s