Kompetisi Blog TB Indonesia

Ayo Bangkit Bersama Lawan Stigma Terhadap Pasien TBC

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita TBC (Tuberculosis) terbanyak di dunia.

Sumber: stoptb.org Peta Insiden TBC di Dunia, Sumber: stoptb.org

TBC adalah penyakit menular yang dapat mematikan namun juga dapat dicegah dan diobati. Puskesmas sebagai layanan kesehatan nasional penyelenggara bertanggungjawab dalam pelaksanaan Program Penanggulangan TB Nasional. Tingkat keberhasilan pengobatan rata-rata selama empat tahun terakhir adalah 90% untuk kelompok tahun 2009 dan tingkat keberhasilan pengobatan adalah 91%. Ini merupakan prestasi bersama yang perlu ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan kesehatan warga Indonesia.

Sumber: jaringnews Penghargaan Indonesia Tanggulangi TBC, Sumber: jaringnews.com

Namun, masih ada aspek yang perlu diperhatikan selain kesehatan biologis pasien Tuberculosis, yaitu kesehatan psikologis pasien TBC. Pasien TBC sebenarnya dapat melakukan beberapa aktivitas yang biasa dilakukan oleh orang sehat, namun masih ada stigma dan diskriminasi dari masyarakat terhadap pasien TBC. Beberapa bentuk diskriminasi yang dapat terjadi pada pasien TBC, diantaranya:

a. Pengasingan berhubungan dengan angka kejadian penyakit TBC
b. Perlakuan tidak sama
c. Pemecatan di lingkungan kerja
d. Pengusiran oleh masyarakat sekitar tempat tinggal pasien TBC

Efek dari stigma dan diskriminasi tersebut dapat mengakibatkan depresi psikologis yang berat tentang bagaimana pasien TBC melihat diri mereka sendiri. Pasien TBC yang mengalami trauma baik dari masyarakat maupun layanan kesehatan dapat menjadi malas memeriksakan diri. Pengobatan menjadi tidak teratur dan meningkatkan resiko resistensi obat. Hal ini malah dapat mengakibatkan penyakit TBC berkembang lebih parah dan menular ke orang lain.

Sumber: tbalert.org Stigma TBC, Sumber: tbalert.org

Ketika ada anggota keluarga yang menderita TBC meninggal, keluarga akan takut untuk melaporkan kematian ke masyarakat sekitar. Hal ini akan mengakibatkan kerugian saat skrinning TBC yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Dan ketika ada masyarakat yang mengetahui tanpa penjelasan malah akan semakin percaya bahwa pengobatan pada pasien TBC kurang efektif di Indonesia. Meskipun Program Penanggulangan TBC di Indonesia dalam pengobatan sudah menunjukkan peningkatan, nyatanya masih diperlukan upaya peningkatan kesehatan psikologis bagi pasien TBC.

Lalu, langkah apa saja yang bisa digunakan dalam menurunkan stigma dan diskriminasi untuk meningkatkan status kesehatan psikologis pasien TBC?

a. Menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penularan, pencegahan dan pengobatan TBC dapat menimbulkan kepercayaan tentang mitos seputar pasien TBC. Ada beberapa mitos berkembang di masyarakat tentang pasien TBC yang masih memerlukan klasrifikasi berdasarkan fakta yang ada.

-) Mitos fakta 1

-) mitos fakta 2

-) mitos fakta 3

-) Mitos fakta 4

-) mitos fakta 5

b. Memberdayakan kader kesehatan di masyarakat

Sumber:

Kader kesehatan sebagai sumber daya masyarakat setempat dapat menjadi penghubung antara layanan kesehatan dengan pasien TBC. Para kader juga dapat berperan sebagai konselor tempat konsultasi dan pemantau evaluasi perkembangan pasien TBC. Para kader perlu mendapatkan edukasi seputar TBC dari penularan, pencegahan dan pengobatan TBC hingga strategi meningkatkan kesehatan psikologis pasien TBC.

c. Modifikasi media promosi kesehatan

poster kesehatan TBC Poster Kesehatan TBC

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan multimedia, media promosi kesehatan tidak hanya ada adalam bentuk 2D, namun juga bisa 3D. Leaflet dan kalender merupakan media promosi 2D yang biasa dipakai di Puskesmas. Modifikasi media promosi kesehatan dapat dalam bentuk peralatan rumah tangga seperti mug, jam dinding, poster dan lain sebagainya. Terdapat beberapa situs yang menyediakan aplikasi edukasi seputar tuberkulosis dalam bentuk game maupun computer based training yang dapat digunakan untuk menarik perhatian pengguna internet dalam meningkatkan pengetahuan seputar tuberkulosis seperti di sini. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara media dalam mempermudah menyalurkan informasi untuk diterima dan diingat oleh masyarakat.

d. Meningkatkan kerjasama lembaga sosial peduli TBC

Sumber: tbindonesia.or.id Kegiatan PETA , Sumber: tbindonesia.or.id

Puskesmas sebagai pelaksana Program Penanggulangan Tuberkulosis perlu mempererat hubungan kerjasama dengan lembaga sosial peduli TBC misalnya PETA (Pejuang Tangguh TB).

e. Motivasi pasien TBC dan keluarga pasien TBC

TB-Treat Keluarga dan Pasien TBC, Sumber: tbindonesia.or.id

Langkah akhir yang tidak kalah penting adalah dengan meningkatkan kepercayaaan diri pasien TBC dan keluarga pasien TBC. Melalui dukungan dari petugas layanan kesehatan, kader kesehatan dan lembaga sosial peduli TBC yang sesuai dan dilakukan secara teratur dapat memberikan motivasi kepada pasien TBC dan keluarga pasien TBC untuk beraktivitas seperti biasa dan memeriksakan diri ke layanan kesehatan secara teratur. Keluarga pasien TBC juga berperan sebagai pengawas minum OAT (Obat Anti Tuberculosis) bagi pengobatan pasien TBC sehingga menurunkan resiko resistensi obat dan meningkatkan status kesehatan pasien TBC.

Semoga dengan kerjasama pemerintah, lembaga sosial, masyarakat dan keluarga dapat meningkatkan keberhasilan Program Penanggulangan TBC di Indonesia sehingga kesehatan biologis dan psikologis pasien TBC dapat terpenuhi. Hidup Indonesia!

Sumber:
http://www.depkes.go.id/
http://www.tbindonesia.or.id/

Home

http://www.stoptb.org/
http://jaringnews.com/hidup-sehat/umum/38957/dinilai-berhasil-tanggulangi-tb-indonesia-raih-penghargaan
https://www.usaidassist.org/resources/computer-based-training-tuberculosis-education-indonesia

Advertisements

Leave Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s