Catatan Kuliah Perawat

Bulan April Bulannya CS2

Dari kebijakan dari para dosen kami maka adalah pengadaan blok CS 2 (Clinical Study season 2) ..hehe..sebenarnya CS 1 sudah dilaksanakan di Laboratorium Skill FKUB. CS 2 ini seperti season 2 nya CS yang praktiknya langsung terjun ke masyarakat khusus komunitas dan gerontik. Untuk yang ada di RS, kami hanya bertindak sebagai “observer”, ato kalo tetangga jurusan sebelah bilang “klerek”.

1. Departemen pertama adalah gerontik atau biasa dikenal dengan lansia. Berhubungan dengan masalah utama yang didapatkan adalah hipertensi (TD > 140/100 mmHg untuk kelompok lansia), maka kami memilih penyuluhan kesehatan menggunakan metode poster dan ppt. Alhamdulillah, pasien berinisiatif menempelkan poster di dapur rumahnya yang berisikan definisi, etiologi, makanan yang perlu diperhatikan dan menu sehat hipertensi.

gerontik_poster

2. Masih di kawasan Dau, saya dan rahayu kembali ke kelompok besar kami yaitu kelompok 2. Tugas dari kelompok 2 untuk departemen komunitas berhubungan dengan analisa data dari hasil pengkajian yang sudah dilakukan oleh kelompok 1 sebelum kami. Diskusi dilaksanakan di Puskesmas Dau dan ternyata urusan komunitas tidak kalah ruwet dengan teorinya oleh Pak Kumbo ^^

komunitas_dau

3. Setelah menempuh departemen libur (hehe) , saya dan semua IK 09 lanjut ke departemen kesehatan jiwa di  desa Bantur. Tiap 2 kelompok berada di dusun yang sama. Saya lupa kelompok 1 dan 2 berada di dusun yang mana..hehe. Ternyata maslaah kesehatan jiwa itu tidak hanya 7 masalah pokok (perilaku kekerasan, harga diri rendah, isolasi sosial, waham, halusinasi, defisit perawatan diri, resiko bunuh diri). Ada yang sepertinya keluarga sejahtera, nah disitulah perannya NANDA 2012-2014 sangat penting dalam penentuan diagnosa keperawatan. Ternyata ada juga masalah terkait peran orang tua dsb.

mhsm a

mhsm d

Yang unik dari departemen ini adalah selain bebas memberikan intervensi sesuai dengan SOP, kami juga rekreasi ke pantai Balekambang yang berada di sekitar desa (meskipun akhirnya saya tidak ikutan ke pantai dan pulang kehujanan di malang)

4. Departemen emergency merupakan departemen pertama saya di RS dr. Soepraoen Malang . Pada awalnya saya bingung harus melakukan apa dan begitu ada pasien tiba, kami langsung menuju ke pasien entah P1, P2 atau ruang tindakan untuk operasi. Problem solving dan ketepatan diperlukan dalam departemen ini. Dan kebiasaan yang tidak akan saya lupakan adalah kebiasaan apel di pagi hari bagi semua mahasiswa keperawatan dan gizi UB dan adek” SMK. Dan hari kedua, saya mendapat hukuman karena mengobrol saat apel

emergency

5. Departemen maternitas gak jauh” dari post partum dan ginekologi. Saya jadi sangat bersyukur dan ingin menjaga kesehatan saya terutama pada masalah ginekologi, kanker seviks. Kemoterapi tidaklah sesederhana itu. Dampaknya tidak hanya kelihatan dari fisik namun juga psikologis. Di departemen ini lah kelompok 2 pertama kali berkolaborasi nyata dengan rekan sejawat gizi kesehatan UB

maternittas

6. Jika sudah ke ibu, maka ke anaknya, hehe, maksud saya adalah departemen pediatrik. Intinya, pelajaran yang bisa saya dapat adalah bersabarlah dan cepatlah bertindak jika tidak ingin si anak menangis. Tangisan anak tiap hari adalah hal yang wajar. Kemudian tentang pemberian cairan, pengoplosan dan nebulizer. Tak akan pernah saya lupakan pelajaran dari Pak Aji, Pak Sulthon dan Mbak Lilis yang ramah membimbing kami. Disini, saya juga pertama kali menerapkan ceirta menggunakan boneka untukmenarik perhatian adek” yang sebenarnya pemalu atau entah takut kepada perawat ^^.

7. Departemen Surgikal tidak lepas dari perawatan pre dan post operasi. Intinya kudu mau memberikan KIE kepada pasien agar pasien paham kondisinya selain memberikan terapi sesuai dengan resep dokter. Disini juga sekalian mengerjakan tugas Departemen Manajemen yang ruwetnya benar” ruwet. Memang kalo belum belajar dulu akan mengalami kesulitan ketika melakukan intervensi.

8. Departemen Medikal juga tidak kalah seru. Kelompok 2B mendapatkan pasien COPD lansia. Yang dimaksud professional itu memang harus bisa mandiri tidak hanya berdasarkan petunjuk rekan sejawat namun juga mampu memberikan kesimpulan kondisi pasien. Selain itu, dalam memberikan intervensi memang kudu sabar jangan sampai maksud kita baik namun ternyata dapat menyinggung perasaan pasien. Kita memang sehat makanya kita bisa kooperatif, namun lansia saja mengalami kesulitan apalagi lansia yang sakit.

k2

Yap, sekian sharing pengalaman saya tentang aktivitas saya yang sebagian besar ada di CS 2. Intinya, menguasai teori saja masih labil apalagi keterampilannya. So, banyakin pelajarin kasus dan intervensi untuk meningkatkan kemampuan diri ^^

Advertisements

Leave Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s