Catatan Kuliah Perawat

Hari Jadi Saya

Hari ini hari jadi saya yang ke-21 tahun dan tadi malam saya benar” lupa bahwa saya akan ulang tahun karena “asyikny”  mengerjakan bab 4 buat proposal tugas akhir saya. Maklum, saya sudah tua, angkatan 2009. Jadi ini sudah tahun ketiga saya menjadi mahasiswa di Jurusan Ilmu Keperawatan Brawijaya.

c2fe39fadfcf18bab973158daa656f1c

                Jam 00.00 saya nge tweet “nggak terasa besok saya ulang tahun”. Hmm..saya masih belum bisa merasakan haru pilu menginjak usia 21 tahun karena sebenarnya saya lahir tanggal 24 Mei pukul 22.10..jadi malam hari. Saat jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi an, akhirnya saya menyerah dan tidur. Pukul 06.30 saya bangun (kebetulan sedang libur sholat) dan langsung mengerjakan sisa tugas yang belum selesai. Pukul 09.15, bab 1-4 sudah saya ketik dan langsung saya print.

Perasaan saya benar-benar was-was karena harusnya dikumpulkan ke aliefia jam 09.15. Ha..dan pukul 09.35an saya sampe di kampus dan beruntungnya Aliefia masih menunggu dan ada tmn” lain. Kami ngobrol di kolam ikan hingga pukul 11.00. Selanjutnya saya keliling Malang mencari donat kesukaan saya di Warung Mungil. Entah kenapa pada akhirnya saya kepikiran untuk balik pulang ke Lawang dan membelikan hal-hal yang berhubungan dengan “Repoeblik Teloe” khas Lawang. Karena lapar, lalu saya mencari makan siang di toko favorit saya “Pecel Jamur”.

                Rencananya, nanti jam 13.30 akan ada perayaan kecil”an di Panti Asuhan langganan mama saya untuk perayaan ulang tahun saya ke 21. Hehe..sebenarnya saya juga ingin di do’akan beberapa keinginan saya. Hehe.. Tpikirkan oleh saya untuk membuat stiker bagi para yatim piatu di sana. Lalu saya mengedit beberapa design stiker. Pukul 12.00 saya menuju percetakan dan rencananya pukul 12.30 saya sudah bisa pjalanan pulang dan pukul 13.30 sudah sampai di Lawang. Namun, ada faktor x yang mengubahnya. Faktor x tersebut adalah ramainya antrian percetakan. Baru pukul 14.50 saya sampai di Lawang.

Sambil menunggu om saya yang sedang mengantar istrinya, saya belanja ke Repoeblik Teloe. Saya suka sekali dengan brownies dan akhirnya saya memilih membelikan brownies Tela Ungu untuk teman” kos saya. Ketika om saya sudah kembali ke rumah saya, kami persiapan ke Panti Asuhan. Namun, lagi” tak sesuai rencana. Saya kehilangan kunci sepeda motor saya. Semua di rumah membantu mencari. Mama saya terus memarahi saya dan akhirnya diputuskan bahwa hanya mama saya dan om saya yang akan pergi ke Panti Asuhan. Sudah lama saya mencari, namun kunci tidak juga ditemukan. Saya melihat jam, pukul 16.30 harusnya saya sudah balik ke Malang untuk mengerjakan tugas kelompok PKM-K. Akhirnya saya menceritakan yang terjadi pada ketua kelompok dan nampaknya dia pengertian.

Setelah lama mencari dan hampir putus asa, akhirnya saya menemukan kunci motor saya ada di bawah kolong meja televisi. Hal yang sangat tidka masuk akal mengingat saya tadi tidak lihat televisi yang di meja itu. Tak lama kemudian, mama saya sudah kembali ke rumah. Mama saya sudah tidak marah lagi dan sudah mengatakan do’a apa saja yang sudah dilakukan untuk saya. Saya melihat mama saya dengan terharu. Matanya terlihat lemah dan wajahnya terlihat lesu. Saya benar” beruntung masih bisa merasakan kebersamaan dengan mama saya selama 21 tahun. Akhirnya, saya kembali ke Malang namun sudah tidak mencukupi lagi waktu untuk ikut kerja kelompok PKM-K.

Saat adzan maghrib masih menggema, saya membagikan brownies telo ungu kepada teman” kos. Mbak Eka menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun paling semangat. Inung dan Mbak Prisca mengubah lirik dengan “ semoga dapet jodoh”..saya benar” terharu dipertemukan dengan tmn” kos yang sayang saya.  Kemudian saya kembali ke kamar dan menyerahkan browies itu sepenuhnya kepada mereka. Cukup melihat wajah mereka puas dengan brownies telo ungu, saya jadi bahagia.

Di dalam kamar, saya menangis. Saya menangis tentang apa yang terjadi hari ini. Di hari ulang tahun ini saya sudah mengecewakan beberapa orang yang saya sayangi. Saya sudah berusaha dan merencanakan. Namun karena faktor x yang tiba” muncul, saya malah mengecewakan mereka. Rasanya saya nggak ada harapan hidup. Entah kenapa, tiba” Putri mengetuk pintu saya dan ketika membuka pintu kamar, saya dalam keadaan berlinang air mata. Saya menceritakan perasaan saya kepada Putri dan akhirnya saya lega.

Sekarang saya merasa bahwa saya sangat beruntung. Terima kasih Ya Allah karena memberikan aku keluarga yang menyayangi aku selama 21 tahun ini. Saya mungkin bukan orang terpintar atau terrkaya tapi saya orang yang terberuntung. Saya memiliki tmn” yang sangat berjasa bagi kehidupan saya yang jasanya tak kan bisa saya tebus semuanya. Saya menangis di dalam kamar. Saya berpikir kenapa ada faktor x? Apakah saya jahat karena saya mengecewakan beberapa orang? Bukankah saya sudah berusaha? Hingga saat ini saya masih bingung. Namun, ada suara kecil di dalam hati saya mengatakan “Nggak Papa”. Dua kata yang sangat berarti bagi saya. Saya rasa itu suara malaikat untuk menenangkan saya.

Dan di Ulang Tahun saya ke-21 tahun ini..jika ada kata yang melebihi terima kasih, pasti akan saya ucapkan kepada orang” yang saya sayangi dan kepada Allah. ^^

Advertisements

Leave Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s