Catatan Kuliah Perawat

Percobaan Roti Bakar Yohoyo

Hmm..bicara tentang percobaan tidak  selalu identik dengan penelitian d laboratorium memakai jas lab ditemani mikroskop, kultur sel dsb. Percobaan bisa diartikan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Kalaupun gagal dan diulang lagi sudah bukan diartikan sebagai percobaan. Seingat saya tentang pelajaran Bahasa Indonesia dari satu kata yang memiliki banyak makna ganda itu ada sebutannya. Sayangnya, saya lupa apa namanya. T_T. Harusnya saya malu terkait dengan Bahasa Indonesia yang memiliki sejuta arti dari beberapa kata, kita sebagai warga negara Indonesia harusnya bangga dengan kekayaan kita ini.

Bermula dari beberapa minggu lalu mama saya masuk rumah sakit karena hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit dimana tekanan darah tubuh melebihi 120/90 mmHg. Penyebabnya bisa bermacam-macam dari makanan, pola hidup, stress dsb. Karena mama saya guru, jadi banyak murid dan teman mama datang berkunjung membawakan roti. Menurut ahli gizi di Rumah Sakit Dr. Radjimanwediodiningrat, mama saya dilarang makan makanan di luar yang disediakan. Lalu terpikir di benak saya mau dibawa kemana roti-roti tak berdosa ini? Hehe ^^

Roti Bakar! Yap..itu adalah ide tentang roti yang ada dibenak saya. Kenapa saya nggak jualan roti bakar aja d kampus? Hehe.. Alhasil, saya membawa 2 bungkus roti tawar dari rumah untuk percobaan saya d kos. Dengan semangat 45 saya membeli mentega, meses dan bungkus plastik di toko murah langganan saya.

Sayangnya, pas nyampe di kos rupanya listrik masih mati dari jam 11 pagi. Oia, saya ingat sebelumnya saya ke salon dengan tujuan utama keramas lalu potong rambut. Maklum, saya sering lupa keramas..Hehe..Dan pas tinggal di blow, listrik mati. Rambut basah – jilbab basah – cuaca panas merupakan kombinasi blow alamiah.

Saya menunggu dengan sabar hingga batas sabar saya hilang pukul 20.00. Akhirnya, saya mengajak Dian teman kos untuk keliling Malang. Oh man, ternyata sebagian besar Kota Malang nyala gemerlap. Sungguh tidak adil. Karena saya nggak jelas mau kemana, akhirnya kami pergi ke Toko Buku Togamas. Kebetulan saya juga ingin mencari buku tentang SPSS untuk bahan mengerjakan PKM-P saya. Setelah itu, kami pergi mencari tahwa karena perut saya keroncongan dan tahwa nya sudah habis dan kami pasrah balik ke kos. Sekitar pukul 21.30, listrik masih mati. Kami kembali lagi ke Indomaret untuk membeli lilin. Karena lelah, sesampai di kos saya langsung tidur (maap..napa saya jadi cerita listrik mati ya).

Besoknya, alhamdulillah listrik sudah menyala dan saya bisa mulai melakukan percobaan membuat roti bakar. Ternyata oh ternyata, tadi malam listrik mulai nyala pukul 23.00. Wow..12 jam sebagian wilayah Kota Malang bagaikan daerah pedalaman tanpa listrik. Kembali ke roti bakar, hal yang saya bingungkan adalah harga. Karena saya galau, akhirnya saya memilih roti yang ukurannya lebih kecil dan hanya menjual 7 buah dengan harga Rp 1.000,00 per buah. Nama roti bakar! Sudah jam 11.00 dan nggak mungkin sempat mikir nama yang bagus untuk roti bakar saya, akhirnya nama yang saya ambil adalah nama saya di dunia maya yaitu YOHOYO..Hehhe.. Saya sempat psimis karena roti bakar saya lumayan gosong (sudah lama nggak pakai alat pemanggang). Sorenya saya balik ke kampus untuk ambil jualan saya dan alhamdulillah semuanya laku. Hehe…sejak saat itu saya ingin jadi juragan roti bakar di kampus..halah.

Sudah 5 hari saya berjualan roti bakar di kampus dengan keuntungan nggak menentu. Yah..saya paham untung saya mungkin sedikit, tapi setidaknya saya cukup bangga karena mampu menghasilkan uang dari kerja keras. Setelah kontrol memeriksa tekanan darah mama saya, saya ingat di rumah ada marie yang nggak pernah isentuh sisa bingkisan dari teman” mama saya saat di rumah sakit. Bola-bola coklat! Nais try!!Otak saya mulai menyuruh saya untuk berimaginasi tentang bola-bola coklat. Saya mencari resep membuat bola-bola coklat di internet setelah 5 jam berkutat mencari referensi untuk PKM-P saya. Hmm..sepertinya tidak terlalu sulit..hehe.

Awalnya saya ingin melakukan percobaan besok paginya, tapi karena saya ingat kebiasaan bangun pagi saya yang sudah expired dikatakan pagi jadi saya ganti rencana. Sekitar pukul 21.00, saya mulai mencoba meremas marie- membuat lubang di susu kaleng- mencampur remahan marie dengan susu coklat kaleng- membentuk jadi bulat- menaburi dengan mese warna-warni. Sebisa mungkin saya tidak menciptakan suara berisik, tapi sepertinya sulit. Huhu..merasa guilty dengan tetangga kamar kos saya..maap ^^. Berhubung roti saya tinggal sedikit akhirnya saya menjual roti bakar 3 buah dan bola-bola coklat 5 bungkus. Perbungkus bola-bola coklat saya kenakan harga Rp 1.000,00 isi 2 bola-bola coklat. Saya kembali galau apakah saya terlalu mahal menentukan harga. Namun ya sudahlah, yang namanya keberhasilan adalah bangkit setelah kegagalan. Benar nggak? Nggak tahu sih itu quote dari siapa tapi saya pikir” kira” kalimatnya kurang lebih seperti itu..hehe.

Alhamdulillah, saya jadi cukup berminat dengan 2 usaha kecil-kecilan saya ini. Roti bakar dan bola-bola coklat. Meski untung hanya sedikit, meski cukup merepotkan namun saya merasa enjoy dan saya rasa yang namanya usaha jualan itu dilihat dari continuity nya. Namun apa mau dikata, ketika kesibukan menghalangi, akhirnya saya sudah tidka melanjutkan usaha saya ini lagi. Toh yang penting saya tetap senang kan ^^

Advertisements

Leave Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s